Sejarah Singkat Perhimagi

   Himpunan mahasiswa geologi bermunculan di Indonesia seiring dengan bertambahnya kampus yang membuka program studi Geologi maupun Teknik Geologi. Kebutuhan mahasiswa geologi terus berkembang, dimulai dari haus akan ilmu yang diberikan di kuliah, kegiatan kemahasiswaan yang diakomodasi Himpunan Mahasiswa, berlanjut hingga adanya kebutuhan mahasiswa geologi Indonesia untuk mempererat jalinan komunikasi dan informasi akan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya ilmu geologi dengan sesama mahasiswa geologi di seluruh penjuru Indonesia. Lahirnya Organisasi Geologi berawal pada sekitar era 80-an tengah, dengan berdirinya Ikatan Mahasiswa Ahli Geologi Indonesia (IMAGI). Latar belakang didirikannya IMAGI saat itu sebagai berikut:

  • Pemerataan ilmu geologi di tiap universitas yang pada waktu itu dirasa belum cukup merta, sehingga butuh suatu wadah menjembatani hal itu.
  • Kepedulian mahasiswa geologi akan sumber daya kebumian indonesia yang bisa disebut “KAYA” akan tetapi pengelolaannya yang belum sejalan dengan pasal 33 UUD 45.
  • Keinginan mahasiswa geologi indonesia untuk turut berperan serta aktif dalam pembangunan nasional yang didasarkan pada keilmuan yang sedang ditempuhnya.
  • Kebutuhan mahasiswa  geologi indonesia akan suatu lembaga yang bersifat nasional untuk mewadahinya.
   Tanggal 11-13 Desember 1996 diadakan sarasehan mahasiswa geologi se-Indonesia yang bertempat di Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi UGM. Sarasehan in menghasilkan suatu Memorandum of Understanding sebagai berikut:
  1. Perlu dibentuk suatu wadah bagi mahasiswa Geologi se-Indonesia dengan mempertimbangkan:
    • Bahwa keberadaan IMAGI masih diakui,
    • Di dalam pembentukan wadah tersebut, masing-masing himpunan mahasiswa yang ada harus mencari informasi dan bahan-bahan yang berkaitan dengan pembentukan wadah tersebut.
  2. Pelaksanaan sarasehan berikutnya akan membahas pembentukan wadah tersebut, akan diadakan di Ujung Pandang pada bulan September 1997 dengan HMTG Universitas Hasanuddin sebagai panitia penyelenggara.
  3. Untuk memperlancar jalannya sarasehan di Ujung Pandang maka telah dibentuk suatu badan pekerja yang memiliki wewenang sebatas dalam penyusunan draft Sarasehan Mahasiswa Geologi yang kedua di Ujung Pandang Nantinya.

   Lebih lagi IMAGI dirasakan kurang reprensetatif bagi mahasiswa geologi. Sehubungan dengan hal tersebut maka pada maka pada tahun 1997 di UNHAS, Makassar di deklarasikan Forum Himpunan Mahasiswa Geologi Indonesia (FORHIMAGI) yang diharapkan dapat mewadahi dan dapat mengarahkan organisasi ini kearah yang lebih baik. Seiring berjalannya waktu, terjadi pergolakan di dalam tubuh FORHIMAGI, beberapa institusi anggota merasakan perlunya pembenahan di dalam tubuh FORHIMAGI yang dirasa tidak mempunyai tujuan dan bentuk yang tidak jelas. Puncaknya pada saat delegasi HMTG UGM melakukan walk out pada FORHIMAGI V di USAKTI, Jakarta.

   Pergolakan terus berlanjut hinggap pada tanggal 7 februari 2005, tepatnya saat pelaksanaan FORHIMAGI VIII di UNHAS, Makassar, dideklarasikan berdirinya suatu wajah yang baru yang dikenal sampai saat ini, yaitu Persatuan Himpunan Mahasiswa Geologi Indonesia (PERHIMAGI). Berdirinya PERHIMAGI ditandai dengan Piagam Kesepakatan yang ditandatangani delegasi dari sepuluh institusi, yaitu: HMG UNHAS Makassar, HMG UNPAD Bandung, HMTG UGM Yogyakarta, HMJTG USAKTI Jakarta, HMTG “TOBA” ITM Medan, HMJTG “PANGEA” UPN Yogyakarta, HMTG “BUMI” STTNAS Yogyakarta, HMG UNPAK Bogor, HMTG “GAIA” IST AKPRIND Yogyakarta, dan HMTG “GEA” ITB Bandung.
Piagam Kesepakatan pendirian PERHIMAGI pada 7 Februari 2005 di Makassar
   PERHIMAGI terus melebarkan sayapnya hingga saat ini sudah memiliki 29 anggota yang tersebar di seluruh Indonesia, dari Aceh hingga Papua. Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) yang merupakan organisasi profesi para ahli geologi Indonesia dan pihak-pihak yang memiliki ketertarikan terhadap bidang kegeologian resmi menjadi Penasihat untuk PERHIMAGI sejak 2016 hingga saat ini. Hal ini mendorong PERHIMAGI dapat merangkul dan berkolaborasi dengan organisasi profesi lainnya.

   17 tahun sudah bahtera PERHIMAGI berlayar. Bukanlah suatu angka belaka tetapi 17 menunjukkan kedewasaan. Mungkin masih terlihat kecil dari segi angka tetapi sudah banyak dinamika yang dilewati sebelumnya. PERHIMAGI semakin matang, PERHIMAGI semakin dewasa, PERHIMAGI semakin menunjukkan konsistensinya. Teruslah berkibar PERHIMAGI, teruslah berjaya PERHIMAGI.

Salam Geologi, Jayalah PERHIMAGI!